oleh

SumSel : Masyarakat Jangan Percaya Isu Hoax Pasar Inpres Muara Enim Ditutup Terkait Suspek Covid 19

MUARA ENIM- JK. Isu beredar berita (HOAX) 2 (Dua) hari yang lalu bahwa diberitakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab ditengah masyarakat Kota Muara Enim. Aktivitas transaksi jual beli di Pasar Inpres Kab. Muara Enim akan di tiadakan/ditutup, terkait Virus Corona yang mewabah masyarakat dunia.

Isu Hoax yang ditanggapi sebagian masyakat berdampak, terlihat hari ini Pasar Inpres biasanya ramai dikunjungi masyarakat untuk membeli kebutuhan pokok tidak lagi seperti hari biasanya.

Terkait isu Hoax  yang beredar meresahkan masyarakat. Pihak Jajaran Binmas Polres Muara Enim, Bhabinkamtibmas Pasar II dan III, Aipda Edi Pranolo, Bripol A. Rahman, Pihak Upto Pasar di wakili Zuchri Imansyah, Koptu Ardiansyah anggota (Koramil Kota) dengan mobil penyuluhan Polres Muara Enim berkeliling Pasar Inpres.

Melalui Aipda Edi Pranolo menepis Isu Hoax, mengumumkan agar masyarakat tidak terpancing isu Hoax aktivitas jual beli di Pasar Inpres di hentikan, dan menegaskan aktivitas jual beli di Pasar tetap berjalan seperti biasanya. Para pedagang tetap berjualan di Pasar.

Untuk masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan kebutuhan sembako, Pemprov Sumsel dan Pemkab Muara Enim sudah memastikan untuk kebutuhan sembako masyarakat Sumsel umumnya, khususnya masyarakat Kab. Muara Enim 3 bulan kedepan tetap terpenuhi.

Silahkan pelaku usaha dan masyarakat beraktivitas seperti biasa, tetap perhatikan dengan menjaga kebersihan diri serta lingkungan. Kita bersama Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Selasa (24/03/2020) sudah mengantisipasi penyebaran Virus Corona dengan melaksanakan Spraying Disinfektan dalam rangka sanitasi Lingkungan di semua toko, lapak jualan, dilingkungan Pasar Inpres Muara Enim.

Sekali lagi kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing isu-isu Hoax (Bohong) yang menyesatkan dan meresahkan ini, dan meminta oknum-oknum, pelaku penyebar Hoax (berita bohong) tidak membuat resah masyarakat. Pungkas Ipda Edi Pranolo. (Uj/Sup)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed