oleh

Sumsel : Anakku Adalah Anak dari Bapakku

PRABUMULIH- JK. Di Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim digegerkan seorang bapak (K) yang meniduri anak kandungnya sendiri hingga hamil dan melahirkan seorang anak.

Mawar (bukan nama sebenarnya) mengakui kalau anaknya itu memang hasil dari hubungan sama bapak kandungnya sendiri yang berinisial K (Bapak Kandung Mawar-red).

Mawar juga mengakui bahwa, berhubungan dengan bapak kandungnya sudah berlangsung lama, “aku sama bapak berhubungan sudah lima tahun dan aku sempat keguguran dua kali, tapi yang sekali ini ternyata aku hamil, dan ketika aku hamil semua keluarga tidak tahu, pas aku diajak ke Polindes, ternyata aku hamil sudah 7 bulan, ketika aku ngomong sama bapak, ia mengatakan bahwa, nanti aku akan dijodohkan sama laki-laki yang tinggal di Desa Putak, Trans Wonosobo.” Terangnya.

Lanjut Mawar, “selama masih hamil, aku tetap ditiduri sama bapakku”.

Dalam pikiran Mawar ketika tidur sama bapaknya, “aku tidur sama bapak sangat nyaman, serasa bapak itu suami aku, aku gak bisa jauh,” tuturnya pada saat di temui awak media di rumah mertuanya, meskipun Mawar awalnya mengelak. Rabu (26/8/2020).

“Aku nikah sama Mas R pada malam Minggu sehabis Isya, dinikahkan oleh Ust W, memang baru nikah sirih saja dan suamiku mau menerima aku, padahal aku tidak kenal, namun karena ini pilihan bapakku, aku nurut, biar nanti aku punya suami, kata bapakku.”

“Saya rasakan ketika dinikahkan sama laki-laki yang gak kenal, awalnya saya tetap ingat sama bapak K, tapi pas Mas R ngomong sama aku, “dik kamu mau pulang lagi ke tempat bapak K?, aku jawab : Tidak Mas, aku mau selamanya sama Mas R.”

“Anak aku juga diberi nama sama Mas R, suamiku juga menutupi aib bapak K.”

R (Suami Mawar) yang bekerja sebagai Petani Karet mengatakan, walau saya dijodohkan, yang awalnya tidak kenal, saya terima dengan legowo walau latar belakang istri saya bermasalah, tapi saya menerimanya walaupun anak dari istri saya adalah anak dari mertua saya.

“Saya dikenalkan sama kedua keluarga ini pada tanggal 20 Agustus 2020 dan saya menerima istri saya lahir batin.”

“Saya menikahi istri saya secara sadar, karena mungkin ini jodoh saya, walaupun anak istri saya adalah anak dari mertua saya (Bapak K), saya tidak masalah, apapun itu. Harapan saya nantinya bisa memberi nafkah pada istri saya dan anak dari Pak K (Mertua)”.
Pungkas R. (Yus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed