oleh

Kepulauan Babel: Pemkot Pangkalpinang Menerima Pembayaran PBB PT. Kramayudha Sapta

jejakkasus.co.id, PANGKALPINANG – PT. Kramayudha Sapta sebagai salah satu wajib pajak menyerahkan uang Hutang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp 2.052.535.000,- (Dua Milyar Lima Puluh Dua Juta Lima Ratus Tiga Puluh Lima Ribu Rupiah) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang di Kantor Kejari Pangkalpinang, Kamis (10/6/2021).

Uang Hutang Pajak dari PT Kramayudha diserahkan langsung ke Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Budiyanto sebagai yang mewakili Pemkot Pangkalpinang, disaksikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pangkalpinang,  Kasi Datun, Kasi Pidsus, Kasi Intelijen, Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Pangkalpinang serta pihak Bank Sumsel Babel.

Diketahui, Hutang Pajak Bumi dan Bangunan dari PT. Kramayudha Sapta merupakan Hutang Pajak Bumi dan Bangunan yang belum dibayarkan oleh PT. Kramayudha Sapta sejak tahun 2009, Pemerintah Kota Pangkalpinang sudah berulangkali melayangkan surat teguran kepada PT. Kramayudha Sapta untuk segera membayarkan Piutang Pajak Bumi dan Bangunan tersebut.

Kasi Intelijen Kejari Pangkalpinang Ryan Sumartha kepada media mengatakan, kerjasama antara Pemkot Pangalpinang dan Kejari Pangkalpinang meluncurkan aplikasi PENDEKAR, untuk meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga mudah menjaring para penunggak pajak di Kota Pangkalpinang.

“Atas kerjasama antara Kejaksaan Negeri Pangkalpinang dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam hal ini Badan Keuangan Daerah Kota Pangkalpinang Piutang yang membentuk dalam PENDEKAR (Pejuang  Pendapatan Asli Daerah) Kota Pangkalpinang yang bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Pangkalpinang, berhasil meminta PT. Kramayudha Sapta untuk membayarkan Hutang Pajak Bumi dan Bangunan tersebut kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang sebagai Pendapatan Asli Daerah Kota Pangkalpinang,” ungkap Ryan.

Ryan meneruskan,”Hutang Pajak Bumi dan Bangunan tersebut diserahkan Pemerintah Kota Pangkalpinang diwakili Badan Keuangan Daerah Kota Pangkalpinang kepada Pihak Bank Sumsel Babel untuk dilakukan penghitungan kesesuaian nominal uang yang selanjutnya disetorkan ke Kas Daerah Kota Pangkalpinang,” tutupnya. (FR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed