oleh

Jawa Barat : Bunda Ayu Minta Polres Cirebon Kota Menangkap dan Mengusut Pemilik Akun Facebook Subagja Bagja

CIREBON- JK. Akun Facebook Subagja Bagja cenderung memecah belah antara suku Jawa dan suku Sumatera. Terkait komentar-komentarnya Subagja Bagja yang di posting di Akun Facebook miliknya, menimbulkan ujaran kebencian antar suku, disana dituliskan bahwa, “orang Sumatera datang ke Pulau Jawa hanya sampah”, hal tersebut membuat Pemimpin Redaksi Jejak Kasus Nasional Hj. Ratu Ayu Suhartini, SE., MM dan wartawan Jejak Kasus seluruh Indonesia angkat bicara.

Bunda Ayu (panggilan keseharian Hj. Ratu Ayu Suhartini, SE., MM-red)) sebagai asli pribumi Sumatera yang sampai saat ini berdomisili di Kota Cirebon dan menjadi pelaku usaha yang sukses di berbagai bidang usaha di Pulau Jawa. Banyak perusahaan yang terkafer dalam PT Jasa Prima Group miliknya seperti, Perusahaan Media Nasional Jejak Kasus yang dinaungi oleh PT Jasa Prima Media, Klinik Utama Jasa Prima, Apotik Jasa Prima Sehat, Fumigasi, Ekspor Impor, D.A.N Aesthetic, Aerobic Center dan lain-lain.

Bunda Ayu pun angkat bicara dan menyikapi akan menuntut secara hukum atas statement, komentarnya Subagja Bagja di Akun Facebooknya.

“Terkait komentar Subagja Bagja dalam Akun Facebooknya, hal itu tidak boleh dianggap sepele, karena bisa berdampak negatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, akan mengadu domba antar suku dan bisa memecah belah sesama anak bangsa jika dibiarkan”, tutur Bunda Ayu. Selasa (25/8/2020).

Bunda Ayu meminta kepada penegak hukum, terutama Polres Cirebon Kota agar segera bersikap, menangkap dan mengusut pemilik Akun Facebook Subagja Bagja tersebut, karena kalau hal ini didiamkan dan dibiarkan bisa menjadi bumerang dan membuat perpecahan antar suku di negeri ini. Sumatera dari jaman perjuangan sampai sekarang tidak bisa di pisahkan dari sejarah negara ini, Sumatera satu bagian sejarah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya sangat berharap kepada penegak hukum khususnya Polres Cirebon Kota berkoordinasi dengan Polda agar dapat menangkap dan mengusut pemilik Akun Facebook Subagja Bagja, pembuat komentar ujaran kebencian tersebut.

Lanjutnya, “dan hari ini saya sudah berkoordinasi dengan persatuan orang Sumatera yang ada di Pulau Jawa serta wartawan Jejak Kasus seluruh Indonesia untuk menuntut secara hukum yang berlaku di Indonesia pemilik Akun Facebook Subagja Bagja “. Tegas Bunda Ayu.

Kwalifikasi komentar atau statemen di Akun Facebook Subagja Bagja di medsos adalah tindakan penyebaran kebencian dengan menggunakan fasilitas internet atau media elektronik seperti itu akan cepat menyebar luas, dan pada akhirnya dia akan berhadapan dengan orang banyak, khususnya suku Jawa dan suku Sumatera.

Juga bisa dijerat dengan UU ITE Pasal 28 ayat (2) bahwa, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang di tujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA), Pasal 45 ayat (2) bahwa, setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah).

Lanjut Bunda Ayu, “saya sangat percaya kepada aparat penegak hukum, khususnya Polres Cirebon Kota yang berkoordinasi dengan Polda, langkah apa yang terbaik dilakukan demi terjaganya NKRI, ketentraman antar suku dalam masyarakat Indonesia, juga sebagai efek jera agar kedepannya dijadikan sebagai edukasi bagi masyarakat untuk berhati-hati dalam bermedsos,” pungkasnya. (Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. Saya setuju dengan ibu hj Ratu ayu Suhartini.SE,MM. kalau tidak di tindak lanjuti akan bisa berakibat Patal..bisa menimbulkan perpecahan antara suku dan ras..moga aparat setempat bisa berlaku bijak untuk menindak lanjuti kasus ..ujar kebencian ini..Indonesia harus bersatu..

News Feed